Paus: Generasi Tua Jangan Melumpuhkan Idealisme Anak Muda

Advertisement

Masukkan script iklan 970x90px

Paus: Generasi Tua Jangan Melumpuhkan Idealisme Anak Muda

Admin
Monday, October 28, 2019


(Foto/cnnindonesia)

Paus: Generasi Tua Jangan Melumpuhkan Idealisme Anak Muda

Paus Fransiskus meminta kaum muda agar menolak dirinya dimanipulasi

Vatikan– Indonesia sedang memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-91 pada Senin (28/10/2019). Di beberapa tempat, anak-anak muda Indonesia merayakan peristiwa bersejarah ini dengan berbagai cara.

Selain diskusi, pentas budaya, hingga aksi menanam pohon di hutan yang terbakar akibat kemarau panjang, anak-anak muda di beberapa wilayah juga memilih untuk turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi dengan berbagai macam tuntutan.

Reformasi Dikorupsi

Aksi demonstrasi ini masih menggunakan tema sama dengan aksi yang merebak bulan lalu di beberapa wilayah di Indonesia yaitu #ReformasiDikorupsi. Pada aksi demonstrasi sebelumnya, beberapa orang mahasiswa menjadi martir karena ditembak oknum polisi.

Tuntutan-tuntutan dalam aksi tersebut sampai sejauh ini belum juga direspon dengan serius oleh pemerintah. Perppu KPK, kasus Papua, hingga penangkapan aktivis pro demokrasi masih menjadi poin yang menjadi sorotan anak-anak muda Indonesia hingga hari ini.

Dalam perjalanannya, aksi demonstrasi mahasiswa dan anak-anak muda ini menuai banyak kritik dari berbagai pihak. Tidak sedikit respon dari oknum tersebut berusaha untuk menggembosi usaha dan perjuangan mereka dalam memperjuangkan demokrasi di Indonesia.

Lantas bagaimana seharusnya kita bersikap?

Pada misa Minggu Palma di halaman Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 25 Maret 2018 lalu, Paus Fransiskus menyerukan agar kaum muda di seluruh dunia tetap meneriakkan suara hati mereka dan tidak membolehkan generasi lebih tua membungkam suara mereka atau melumpuhkan idealisme mereka.

Paus Fransiskus meminta kaum muda agar menolak dirinya dimanipulasi

“Godaan untuk membungkam orang muda selalu ada. Ada banyak cara membungkam orang-orang muda dan membuat mereka tidak terlihat.

Banyak cara untuk melumpuhkan mereka, membuat mereka tetap diam, tidak bertanya, tidak menjawab. Banyak cara menenangkan mereka, untuk menjauhkan keterlibatan mereka, membuat mimpi mereka hambar, suram dan menyedihkan,” kata Paus Fransiskus, seperti dikutip dari Reuters.

“Kaum muda, anda berteriaklah. Itu keputusan anda untuk tidak diam. Bahkan sekalipun yang lain tetap diam, andai orang lebih tua dan para pemimpin korup tetap diam, andai seluruh bumi tetap diam dan kehilangan kegembiraannya, saya minta: maukah anda berteriak?”

Ribuan anak muda yang mendengarkan permintaan Paus Fransiskus langsung berteriak: YES!

Paus Fransiskus mengeluarkan pernyataan itu bertepatan dengan unjuk rasa puluhan ribu anak muda Amerika dan para pendukung mereka untuk menuntut pengetatan penggunaan senjata api.

Mereka memprotes penggunaan senjata api secara serampangan hingga menimbulkan sejumlah kasus pembunuhan massal dengan penggunaan senjata api di antaranya di satu sekolah di Florida, Amerika Serikat.

Paus berusia 82 tahun sudah sering mengecam penggunaan senjata dan produksi senjata api yang membahayakan keselamatan manusia.

Bagaimana dengan konteks Indonesia? Anda sendiri bisa menyimpulkannya! *(Sumber : Katolik.com/Andi Andur)