'Virus Literasi' Menyebar di Mabar
Oleh: Sil Joni
Saatnya sudah tiba. Virus literasi (aktivitas baca-tulis) menyebar dalam seluruh 'tubuh pendidikan' di Kabupaten ini. Media Pendidikan Cakrawa (MPC) dengan playmaker Gusti Richarno relatif sukses menjadi 'peransang sekaligus agen penyebar virus literasi di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Mabar.
Gaung pun bersahut. Anggota komunitas akademik di beberapa lembaga itu, begitu antusias merespons 'pancingan dan rangsangan' dari kru MPC tersebut. Bayi literasi dalam tubuh mereka seolah melonjak kegirangan menerima 'sentuhan kreatif' dari para rasul literasi itu.
Api optimisme dan komitmen untuk 'membumikan spirit literasi', menjalar dan berkobar dalam dada para staf pengajar. Mereka mengakui bahwa potensi literasi dan gairah berliterasi dalam diri para siswa, sebenarnya cukup membanggakan. Namun, masalahnya adalah mereka kurang mendapat 'asupan nutrisi literasi' dari para penggerak kultur itu di lingkungan sekolah.
Kerinduan lama tentang hadirnya 'wadah penyalur gairah berliterasi' di Mabar, akhirnya terbayar. Sekelompok staf pengajar dari beberapa sekolah, dengan gagah bernazar, wadah itu mesti secepatnya menyebar dan berkibar di bumi Mabar. Hotel Prundi menjadi 'saksi bisu' bagaimana spirit besar itu, termanifestasi. Wadah itu diberi nama: “Komunitas Literasi Cakrawala di Manggarai Barat. Ibu Hortensia Herima, kepala sekolah SMKN Lembor Selatan dipercayakan sebagai ‘presiden literasi’ pada periode pertama ini.
Merawat peradaban tanpa menekuni dunia literasi, rasanya sebuah misi yang mustahil. Literasi adalah peta jalan atau penuntun dalam merawat peradaban yang bermutu dan produktif. Para peserta didik mesti ‘disadarkan’ untuk menjadikan buku sebagai ‘menu intelektual yang mereka kosumsi setiap hari. Selain itu, mereka juga perlu didorong untuk membiasakan diri menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Kegiatan refleksi dan diskusi mesti didokumentasikan dalam bentuk media agar berbagai ide itu tidak menguap bersama berlalunya waktu.
Karena itu, kita berharap 'gerakan literasi' yang sudah mulai menggeliat ini, terus dipertahankan dan membias ke seluruh pelosok Mabar. Dengan itu, literasi menjadi gerakan betsama yang dijalankan secara reguler dan kontinyu sehingga generasi muda Mabar semakin bernas dan berdaya saing. Sumberdaya manusia yang unggul dan handal hanya mungkin terwujud jika dan hanya jika 'kultur literasi', terinternalisasi dalam tubuh kawula muda kita.*
*Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik lokal Manggarai Barat. Tinggal di Labuan Bajo.

